Tentang Redaksi

Kolaborasi Indonesia menyajikan informasi berkualitas, independen, dan terpercaya tentang isu-isu nasional, kepemimpinan, dan kemajuan Nusantara.

Alamat Redaksi

Jakarta,, Indonesia

Email Redaksi

redaksi@kolaborasiindonesia.id

Buka Tanwir Ke-34 IMM di Banten, Wamenhaj Pesankan Kader Kedepankan Intelektualitas dan Akhlak

Buka Tanwir Ke-34 IMM di Banten, Wamenhaj Pesankan Kader Kedepankan Intelektualitas dan Akhlak

kolaborasiindonesia.id-Jakarta– Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar sidang Tanwir ke-34 pada 2–5 September 2026 di Grand El Hajj, Banten. Forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar ini resmi dibuka oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, pada Rabu (2/9/2026).

Acara ini dihadiri oleh utusan dari 35 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM se-Indonesia. Turut hadir sejumlah tokoh nasional, di antaranya Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Banten, Wakil Rektor UM Tangerang, serta Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza beserta jajaran pengurus pusat.

​Ketua Panitia, Ihya Rizki, menjelaskan bahwa salah satu agenda utama dalam Tanwir kali ini adalah memetakan calon Ketua Umum dan formatur yang nantinya akan dibawa ke forum Muktamar.

​”Hingga saat ini, kami telah menerima laporan usulan lima bakal calon Ketua Umum DPP, serta 200 orang bakal calon formatur yang diusulkan oleh DPD IMM se-Indonesia,” ungkap Ihya dalam sambutannya.

​Mengusung tema “Merawat Solidaritas, Menjaga Indonesia”, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menekankan pentingnya persatuan di tengah turbulensi yang kerap melanda organisasi kepemudaan saat ini. Ia meminta para kader untuk menjadikan Tanwir sebagai momentum memperkokoh soliditas.

​”Dalam rangka mencapai perubahan untuk kemajuan, dinamika itu hal yang wajar. Namun, saya meminta agar kita senantiasa berdinamika dengan akhlakul karimah. Jangan sampai kita terpecah belah. Saya berharap Tanwir ini mampu menyolidkan dan menyatukan IMM ke depan,” tegas Riyan.

​Sementara itu, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak yang hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker), mengajak seluruh kader IMM untuk memiliki visi jangka panjang dan tidak terjebak pada pemikiran pendek. Ia mengingatkan agar IMM senantiasa berpegang teguh pada khitah perjuangannya, yakni nilai intelektualitas, religiusitas, dan humanitas.

​Secara khusus, Dahnil menyoroti kriteria dan budaya pemilihan pemimpin di tubuh IMM. Ia mengingatkan agar para kader tidak tergiur oleh praktik politik pragmatis dalam menjaring calon pemimpin.

​”Jangan memilih seorang calon hanya karena dibayarkan akomodasi dan tiket untuk Tanwir atau Muktamar. Budaya pragmatis seperti ini harus dihilangkan. Lihat dan kajilah calon dari rekam jejak intelektualitas, religiusitas, dan humanitasnya,” pesan mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah tersebut.

​Dahnil juga membagikan pengalamannya saat berproses di organisasi pada masa lalu, di mana kualitas individu menjadi tolok ukur utama. “Zaman saya dulu, calon pemimpin itu akan ditanya: kau bisa baca Al-Qur’an atau tidak? Sudah berapa buku yang ditulis? Bahkan ditanya bisa khotbah Jumat atau tidak. Nilai-nilai substantif inilah yang harus dijaga oleh kader IMM,” pungkasnya.

Share: